Rabu, 05 Desember 2012

penilaian presentasi


Saat ia mempersentasikan tugas humas nya mengenai merk kecantikan Sariayu . Cara penyampaina dan cara interaksi persentasinya kepada audience fokus dan lancar . Tidak terburu-buru saat penyampaian materi persentasi , menguasai materi , menjelaskan materi secara singkat , padat , dan jelas . Susunan power point ia pun tersusun secara rapi dan detail . Sehingga membuat para audinece dapat fokus dan mengerti dengan apa yang dia jelaskan.

Kamis, 20 September 2012

Menggali Potensi Diri dan Orang Lain



Belajar menggali potensi diri sendiri dan lingkungan sekitar , langkah awal yang dilakukan adalah mengenal dari potensi diri sendiri baru mengenal potensi orang lain . Hey perkenalkan nama saya Stefani Oktila Joantry , saya seorang mahasiswi D3 Manajemen Administarsi di Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta. Saya dilahirkan di Lahat , 26 Oktober 1993 . Saya mempunyai cita-cita bekerja di sebuah Instansi Keuangan atau di Instansi Pemerintahan. Saya mempunyai hobbi memasak , travelling dan mendengarkan musik. Rencana 3 tahun kedepan adalah saya dapat lulus dengan tepat waktu dan juga dengan IPK yang komulatif .

Kita mengenal Potensi Softskill Mahasiswa , dari Potensi Softskill Mahasiswa itu , saya bisa mengenal konsep diri positif dan negatif yang ada di dalam diri saya di antara nya :

Konsep diri positif saya yaitu :
·         Berusaha memperbaiki diri
·         Mudah bergaul dengan siapa saja
·         Peduli terhadap orang lain
·         Menyukai hal-hal yang baru
·         Ambisius
·         Selalu berusaha menjadi yang terbaik dari sebelumnya
·         Optimis
·         Mandiri
·         Selalu berusaha apa adanya

Konsep diri negatif saya yaitu :
·         Emosi
·         Kurang percaya diri di depan publik
·         Kurang berani mengutarakan pendapat
·         Mudah terpengaruh
·         Mudah terburu-buru dalam melakukan sesuatu
·         Sensitive
·         Mudah percaya kepada orang lain
·         Egois

Dengan kelebihan dan kelemahan yang saya miliki, maka kelebihan tersebut harus tetap kita jaga dengan sebaik-baiknya, tetapi kelemahan yang mungkin kurang baik untuk diri kita sendiri alangkah baiknya kita buang dan kita berusaha menggantikan nya dengan kebaikan yang liannya yang kita miliki.



Kemudian kita akan mengenal konsep diri orang lain, misalnya teman dekat kita. Caranya mirip dengan mengenali konsep diri kita sendiri. Dia bernama Yuyun Puspitasari seorang mahasiswi S1 Fakultas Hukum di Universitas Sebelas Maret. Dia lahir di Klaten 29 Oktober 1993. Dia mempunyai hobbi shopping dan travelling. Apa saja yaaa konsep diri positif dan negatif yang dimiliki Yuyun Puspitasari adalah :

Konsep diri positif yang dipunyai Yuyun Puspita :
·         Percaya Diri
·         Mudah bergaul
·         Lucu
·         Supel
·         Ceria
·         Selalu apa adanya
·         Optimis
·         Tidak pantang menyerah
·         Smart

Dia juga mempunyai konsep diri negatif antara lain :
·         Mudah sensitif
·         Egois
·         Mudah terburu-buru dalam mengerjakan sesuatu hal
·         Mudah menyerah
·         Kurang bisa mengendalikan emosi
·         Tidak bisa mengontrol diri sendiri
·         Mudah percaya dengan orang lain




Rabu, 12 September 2012

TUGAS HUMAS


Pengertian Imitasi, Sugesti, Identifikasi, Empati dan Simpati

1.      Imitasi :
yaitu proses sosial atau tindakan seseorang untuk meniru orang lain, baik sikap penampilan, gaya hidupnya, bahkan apa-apa yang dimilikinya. Imitasi pertama kali muncul di lingkungan keluarga, kemudian lingkungan tetangga dan lingkungan masyarakat.

2.      Sugesti :
adalah rangsangan, pengaruh, stimulus yang diberikan sesorang individu kepada individu lain sehingga orang yang diberi sugesti menuruti atau melaksanakan tanpa berpikir kritis dan rasional.

3.      Indentifikasi :
adalah upaya yang dilakukan oleh seorang individu untuk menjadi sama (identik) dengan individu lain yang ditirunya. Proses identifikasi tidak hanya terjadi melalui serangkain proses peniruan pola perilaku saja, tetapi juga melalui proses kejiwaaan yang sangat mendalam.

4.      Empati :
yaitu mirip dengan simpati, akan tetapi tidak semata-mata perasaan kejiwaan saja. Empati dibarengi dengan perasaan organisme tubuh yang sangat intens/dalam.

5.      Simpati :
adalah proses kejiwaan , dimana seorang individu merasa tertarik kepada seseorang atau kelompok orang, karena sikapnya, penampilannya, wibawanya atau perbuatannya yang sedemikian rupa.

Stefani Oktila Joantry/D1511087/MA.A